Dapat dolar gratiss.. tak kasih tau carane yo

Senin, 20 April 2009

Perspektif Perkembangan Masa Hidup

Jeffrey Dahmer adalah salah satu dari 45 foto siswa kehormatan SMA Ohio yang sebenarnya tidak mamenuhi syarat anggota kehormatan tetapi menyelinap masuk dalam acara foto. Kejadian tersebut terjadi dua bulan sebelum dia membunuh korban pertamanya dengan menggunakan barbel pada tahun1978. Ini terjadi 13 tahun sebelum Dahmer mengaku sebagai seorang pembunuh yang mengerikan di zaman modern. Sekurang-kurangnya 13 orang telah menjadi korban. Ia mengalami masa kecil yang menyedihkan. Orangtuanya bercerai dan mengabaikannya, dan ia telah mengalami pelecehan seksual ketika berusia 8 tahun. Ia belajar menyembunyikan emosinya dibalik kedok kenormalan. Namun mayoritas individu yang mengalami penderitaan masa kecil tidak melakukan kejahatan yang mengerikanseperti itu
Satu dasawarsa sebelum pembunuhan pertama Dahmer, Alice Walker yang kemudian memenangkan penghargaan Pulitzer atas bukunya The Color Purpel menghabiskan hari-harinya memerangi rasisme di Mississipi. Ia menempatkan dirinya di dalam jantung dan panasnya gerakan hak-hak sipil dan semakin mengetahui dampak kemiskinan dan kejamnya rasisme. Walaupun mengalami banyak hambatan, ia bekerja keras menjadi penulis esai, puisi, novelis, cerita pendek, dan aktivis sosial khususnya kaum perampuan untuk mengatasi penderitaan dan kemarahan.


PESPEKTIF MASA HIDUP

 Mengapa Mempelajari Perkembangan Masa Hidup ?
Pekembangan masa hidup memberi wawasan tentang perkembangan diri kita, baik sebagai bayi, anak, remaja, maupun orang dewasa. Anda akan berfikir bagaimana tahun-tahun itu mempengaruhi jenis individual anda dewasa ini.
Perspektif Kesejahteraan
 Perkembangan Anak
Pada abad pertengahan anak-anak diakui sebagai fase kehidupan yang khas. Menurut perspektif dosa asal, anak-anak pada dasarnya dilihat sebagai makhluk yang lahir kedunia sebagai makhluk jahat. Tujuan pengasuhan anak adalah untuk menjauhkannya dari dosa. Menurut pandangan tabula rasa (John Locke) anak secara lahiriah tidak buruk, melainkan seperti “kertas kosong” atau “tabula rasa”. Pandangan kebaikan bawaan (J. J. Rousseau) menekankan bahwa anak-anak pada dasarnya baik. Oleh karena itu mereka seharusnya diperbolehkan tumbuh secara alamiah dan dipantau orangtua.
 Masa Remaja
Menurut Pandangan Badai dan Stress (G. Stanley), masa remaja adalah masa pergolakan yang penuh dengan konflik dan buaian suasana hati.
 Perkembangan Masa Hidup
Pendekatan tradisional terhadap perkembangan menekankan perubahan yang ekstrim dari lahir hingga masa remaja, kecil atau tanpa perubahan dalam masa dewasa dan menurun pada usia lanjut.
Pendekatan masa hidup menekankan bahwa perubahan perkembangan terjadi selama masa dewasa dan juga masa anak-anak. Orang tua perlu melihat anak secara objektif,menguji perubahan sistematis dalam kualitas fisik, mental dan emosional mereka sendiri.


KARAKTERISTIK PERSPEKTIF MASA HIDUP

Perspektif masa hidup meliputi tujuh kandungan dasar : Perkembangan adalah seumur hidup, multidimensional, multiarah, plastis/lentur, melekat secara kesejarahan, konsektual, dan multidisiplin.
 Seumur Hidup, artinya tidak ada periode usia yang mendominasi perkembangan.
 Multidimensional, artinya perkembangan terdiri dari dimensi biologis, kognitif dan sosial. Bahkan dalam dimensi intaligensi ada banyak komponen seperti inteligensi abstrak, nonverbal, sosial, dll.
 Multidireksional, artinyabeberapa komponen dari satu dimensi dapat meningkat dalam pertumbuhan, sementara komponen lain menurun. Misalnya orang tua yang semakinarif dalam mengambil keputusan intelektual tetapi semakin buruk memproses informasi.
 Lentur, artinya bergantung pada kondisi kehidupan individu.
 Melekat secara kesejarahan, artinyadipengaruhi oleh kondisi sejarah.

 Multidisiplin, karena dipelajari para pakar sosiologi, psikologi, antropologi, neurosains, dan peneliti kesehatansemuanya mempelajari perkembagan manusia.
 Konseptual, artinya individu secara terus-menerus merespon dan bertindak berdasarkan konteks yang meliputi makeup biologis, lingkungan fisik, serta konteks sosial kesejahteraan, dan kebudayaan seseorang.

KONTEKSTUALISME: Pengaruh Tingkat Usia, Tingkat Sejarah, dan Nonnormatif

 Pengaruh tingkat usia normatif adalah pengaruh biologis dan lingkungan yang sama bagi orang-orang dalam suatu kelompok usia tertentu.
 Pengaruh tingkat sejarah normatif adalah pengaruh tingkat biologis dan lingkungan yang diasosiasikan dengan sejarah. Pengaruh ini lazim bagi orang-orang dari suatu generasi tertentu.
 Peristiwa kehidupan nonnormatif adalah peristiwa yang tidak biasa, tetapi memiliki pengaruh utama bagi kehidupan individu. Peristiwa ini tidak berlaku bagi banyak individu.

BEBERAPA PERSOALAN KONTEMPORER

 Kesehatan dan Kesejahteraan
Ketika mendekati abad ke-21, kita mengakui kekuatan gaya hidup dan keadaan psikologi dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. Kita sedang kembali kepandangan kuno bahwa tanggung jawab akhiratas kesehatan dan kesejahteraan individu sepanjang masa hidup manusia bergantung pada individu itu sendiri.
 Pengasuhan dan Pendidikan
Suatu komisi nasional yang ditunjuk Departemen Pendidikan Amerika menyimpulkan bahwa anak-anak tidak dipersiapkan dengan baik menghadapi masa depan yang semakin kompleks dalam masyarakat.
 Konteks Sosiokultural


Konteks Sosiokultural Perkembangan meliputi empat konsep penting,yaitu :

 KONTEKS, ialah setting tempat berlangsungnya perkembangan, suatu setting yang dipengaruhi oleh faktor-faktor kesejarahan, ekonomi, sosial, dan kebudayaan.
 KEBUDAYAAN, ialah pola-pola perilaku, keyakinan, dan semua produk dari sekelompok orang tertentu yang diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
 ETNISITAS, didasarkan atas warisan kebudayaan, karakteristik kebangsaan, ras, agama, dan bahasa.
 GENDER, ialah dimensi sosiokultural sebagai perempuan atau laki-laki.

 Kebijakan Sosial
ialah rangkaian tindakan pemerintahan nasional yang dirancang untuk mempengaruhi kesejahteraan warga negaranya.
Marian wright Edelman, presiden Children’s Defence Fund mengatakan bahwa pengasuhan dan perawatan generasi anak-anak berikutnya adalah fungsi yang paling penting bagi bangsa kita dan bahwa kita harus melakukan lebih sungguh-sungguh daripada yang kita lakukan di masa lalu.
Bernice Neugate, mengatakan bahwa masalah seharusnya dipandang tidak sebagai salah satu ketidaksamaan generasional, tetapi lebih sebagai suatu kekurangan utama kebijakan-kebijakan ekonomi dan sosial kita yang lebih luas.

HAKEKAT PERKEMBANGAN

Perkembangan adalah pola gerakan atau perubahan yang dimulai dari pembuahan dan terus berlanjut sepanjang siklus kehidupan.
 Proses Biologis, meliputi perubahan pada sifat fisik individu. Plasma pembawa sifat keturunan(genes) diwarisi dari orang tua, perkembangan otak, pertambahan tinggi dan berat badat, perubahan keterampilan motorik, perubahan hormon pubertas, dan penurunan jantung, semuanya mencerminkan peran proses biologis dalam perkembangan.
 Proses Kognitif, meliputi perubahan pada pemikiran, inteligensi, dan bahasa individu.memandang benda berwarna berayun diatas tempat tidur bayi,menghapal syair,memecahkan teka-teki silang semuanya mencerminkan proses kognituf dalam perkembangan.
 Proses Sosiomosional, meliputi perubuhan pada relasi individu dengan orang lain, perubahan pada emosi, dan perubahan pada kepribadian.

Periode Perkembangan
 Periode Prakelahiran ialah saat dari pembuahan hingga kelahiran. Periode ini merupakan masa pertumbuhan yang luar biasa, dari satu sel tunggal menjadi organisme yang sempurna dalam periode 9 bulan
 Masa Awal Anak-Anak ialah periode perkembangan yang merentang dari akhir masa bayi hingga usia kira-kira 5 atau 6 tahun. Periode I ni disebut “tahun-tahun prasekolah”.
 Masa Pertengahan dan Akhir Anak-Anak ialah periode perkembangan yang merentang dari usia kira-kira 6 sampai 11 tahun. Periode ini sering disebut “tahun-tahun sekolah dasar”.
 Masa Remaja ialah perioda perkembangan transisi dari masa anak-anak hingga masa dewasa, yang dimasuki pada usia 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 hingga 22 tahun.

 Masa Dewasa Awal ialah periode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia dua puluhan tahun yang berakhir pada usia tiga puluhan tahun.
 Masa Dewasa Pertengahan ialah periode perkembangan yang bermula pada usia kira-kira 35 hingga 45 tahun dan merentang hingga usia enampuluhan tahun.
 Masa Dewasa Akhir ialah periode perkembangan yang bermula pada usia enampuluhan atau tujuhpuluhan tahun dan berakhir pada kematian.


Kedewasaan dan Pengalaman (Bawaan dan Pengasuhan)

Kedewasaan (maturation) ialah urutan perubahan yang beraturan yang disebabkan oleh cetak biru genetik yang kita miliki masing-masing.
Perdebatan selalu mengacu pada kontroversi bawaan dan pengasuhan (nature-nurture controversy)
Bawaan (nature) mengacu pada warisan biologis organisme, sementara pengasuhan (nurture) mengacu pada pengalaman lingkungan. Para pendukung bawaan (nature) menganggap warisan biologis adalah pengaruh yang terpenting dalam perkembangan, dan pendukung pengasuhan (nurture) menyatakan bahwa pengalaman lingkunganlah yang paling penting.

Kontinuitas dan Diskontinuitas

 Kontinuitas Perkembangan (continuity of development) ialah pandangan bahwa perkembangan meliputi perubahan yang berangsur-angsur, sedikit demi sedikit, dari pembuahan hingga kematian.

 Diskontinuitas Perkembangan (discontinuity of development) ialah pandangan bahwa perkembangan meliputi tahap-tahap yang khas atau berbeda dalam masa hidup.

I. Stabilitas dan Perubahan

 Isu Stabilitas Perubahan (stability change issue) yakni apakah perkembangan sebaiknya digambarkan sebagai stabilitas atau sebagai perubahan. Isu stabilitas perubahan meliputi apakah kita yang sudah semakin tua sekarang ini adalah pribadi yang sama dengan diri kita sebelumnya atau apakah kita berkembang jadi orang yang berbeda dari sebelum perkembangan.
Perubahan bukan stabilitas, tetapi merupakan kunci untuk memahami perkembangan. Dalam pandangan Klaus Rigel disebut Model Mialektis (dialectical model), yang menyatakan bahwa setiap individu terus berubah karena berbagai kekuatan yang mendorong dan menarik perkembangan kedepan. Dalam model ini, setiap orang dipandang sebagai bertindak berdasarkan dan bereaksi terhadap kondisi-kondisi sosial dan kesejahteraan. Pengalaman-pengalaman merupakan faktor kunci yang menentukan perkembangan seseorang.

Mengevaluasi Isu-Isu Perkembangan

Kebanyakan developmentalis masa hidup mengakui bahwa sikap (posisi) yang ekstrim dalam isu ini tidak bijaksana. Perkembangan tidak semuanya bawaan atau semuanya pengasuhan,tidak semuanya kontinu atau semuanya diskontinu, dan tidak semuanya stabilitas atau semuanya perubahan. Bawaan dan pengasuhan,kontinuitas dan diskontinuitas, dan stabilitas dan perubahan menandai perkembangan kita selama siklus masa hidup. Perkembangan kognitif individu merupakan hasil dari interaksi antara keturunan lingkungan, bukan keturunan lingkungan atau lingkungan saja.

Kesehatan Dan Kesejahteraan Masa Hidup

Penjelajahan dalam Kesehatan dan Kesejahteraan Masa Hidup

Tanpa memendang usia anda, anda dapat melakukan sejumlah perubahan penting dalam gaya hidup anda saat ini yang akan menolong anda merasa lebih baik secara fisik, mental, dan emosional. Baru-baru ini para peneliti menemukan bahwa , bahkan pada masa akhir dewasa, olahraga, latihan kekuatan dengan beben, dan perbaikan gizi dapat menolong manusia lanjut usia memperbaiki secara signifikan kesehatan dan kesejahteraan mereka. Yang penting, perubahan gaya hidup ini tidak hanya dapat meningkatkan kualitas kehidupan anda saat ini, tetapi akan meningkatkan kemungkinan kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik di masa depan.

KESIMPULAN

Dalam bab pertama ini kita talah mengatahui mengapa penting mempelajari perkembangan masa hidup, mengkaji perspektif kesejarahan tentang perkembangan anak, masa remaja, dan perkembangan masa hidup, menjelajahi hakekat perspektif masa hidup, termasuk karakteristiknya, dan menguji beberapa persoalan kontemporer seperti kesehatan dan kesejahteraan, pengasuhan dan pendidikan, serta konteks sosiokultural. Kita juga mempelajari hakekat perkembangan dengan mengevaluasi proses-proses biologis, kognitif, dan sosioemosional, periode perkembangan, kedewasaan dan pengalaman, kontinuitas dan diskontinuitas, dan stabilitas dan perubahan. Pada poin-poin yang berbeda, dalam bab ini, kita juga membaca tentang kesehatan, kesejahteraan, dan status kaum perampuan diseluruh dunia, kebijakan keluarga, dan penjelajahan kesehatan dan kesejahteraan sepanjang masa hidup.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar